Dokter Sp.PD-KAI adalah dokter spesialis penyakit dalam yang memiliki keahlian khusus dalam menangani gangguan sistem imun, baik karena reaksi berlebihan (seperti alergi dan penyakit autoimun/autoinflamasi), maupun kekurangan fungsi sistem imun (defisiensi imun, termasuk pada pasien HIV/AIDS). Selain itu, cabang ilmu ini juga mempelajari terkait cara memodulasi sistem imun, antara lain melalui imunoterapi atau imunisasi.
Anda dapat melihat kompetensi Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Alergi Imunologi Klinik pada tabel Penyakit yang Ditangani
Anda dapat melihat pemeriksaan yang dilakukan oleh Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Alergi Imunologi Klinik pada tabel Tindakan / Prosedur Klinis
Sebagian besar alergi tidak dapat benar-benar “hilang”, tapi gejalanya dapat dikendalikan dengan baik. Dengan mengenali pemicunya, menghindari paparan, dan menjalani terapi seperti imunoterapi alergi, banyak pasien yang bisa hidup nyaman tanpa gejala berat. Selalu konsultasikan kepada dokter yang merawat.
Anda sebaiknya melakukan tes alergi bila sering mengalami gejala yang dicurigai akibat alergi, seperti bersin berulang, biduran, gatal, ruam, atau sesak setelah paparan tertentu. Tes ini dapat membantu mengenali pemicu alergi dan menentukan penanganan terbaik.
Alergi memiliki komponen genetik dimana risiko alergi lebih tinggi bila ada riwayat alergi dalam keluarga. Namun, faktor lingkungan dan gaya hidup juga berperan sebagai pemicu alergi. Jadi alergi tidak selalu muncul pada semua anggota keluarga.
Penyakit autoimun bisa memiliki faktor genetik, tetapi tidak selalu diwariskan. Lingkungan, infeksi, hormon, dan gaya hidup juga berperan dalam memicu terjadinya autoimun.
Penyakit imunodefisiensi bawaan biasanya tidak bisa sembuh total, tetapi dapat dikendalikan dengan terapi jangka panjang. Sedangkan imunodefisiensi akibat penyakit atau obat tertentu bisa membaik bila penyebabnya diatasi.
Autoimun dan imunodefisiensi adalah dua kondisi berbeda, tetapi bisa saling berkaitan. Autoimun terjadi saat sistem imun terlalu aktif, sedangkan imunodefisiensi terjadi saat imun terlalu lemah. Keduanya bisa muncul bersamaan bila sistem imun tidak seimbang. Selain itu, gangguan genetik dapat menyebabkan kejadian penyakit autoimun dan imunodefisiensi secara bersamaan.
Sebagian besar alergi bersifat ringan, tetapi pada beberapa orang dapat menimbulkan reaksi berat seperti anafilaksis, asma yang tidak terkontrol, sindrom Steven-Johnson, dan seterusnya. Deteksi dan penanganan dini membantu mencegah komplikasi serius.
Ya, bisa. Alergi tidak hanya muncul di masa anak-anak. Faktor lingkungan, stres, dan perubahan gaya hidup bisa memicu munculnya alergi baru pada orang dewasa.
Ya, orang dewasa tetap membutuhkan imunisasi. Beberapa vaksin seperti influenza, pneumokokal, HPV, hepatitis B, TDAP, dan MMR perlu diberikan ulang atau dilengkapi untuk menjaga daya tahan tubuh tetap optimal.
Ya, imunisasi aman. Efek samping ringan seperti nyeri di tempat suntikan bisa terjadi sementara, tetapi reaksi berat sangat jarang. Konsultasikan dengan dokter yang merawat apabila memiliki riwayat alergi atau kondisi khusus.
Tidak. Vaksin tidak menyebabkan penyakit autoimun. Berbagai penelitian menunjukkan vaksin aman dan tidak memicu reaksi autoimun. Justru vaksin membantu melindungi tubuh dari infeksi yang bisa memperburuk kondisi imun.
Anda dapat melihat daftar dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Alergi Imunologi Klinik terdekat pada halaman Dokter Kami